Presiden Turki serukan rakyatnya patuhi pembatasan pada Malam Tahun Baru

Presiden Turki pada Kamis menyerukan kepada masyarakat di Turki untuk mematuhi langkah-langkah antisipasi penyebaran virus korona pada Malam Tahun Baru saat dunia sedang berjuang melawan pandemi Covid-19.

“Saya meminta setiap penduduk saya mendukung perjuangan untuk mengatasi pandemi dengan mengikuti aturan, terutama pada malam tahun baru,” kata Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pesan Tahun Barunya, ungkap Direktorat Komunikasi Turki.

Erdogan mengatakan 2020 adalah tahun banyak tantangan, terutama pandemi, dan Covid-19 mengambil tempat dalam sejarah sebagai krisis kesehatan terbesar dalam satu abad terakhir.

Dia menegaskan kembali bahwa berkat infrastruktur kesehatan yang kuat dan tindakan tepat waktu, Turki telah mengatasi masa-masa pandemi paling kritis.

Presiden menekankan bahwa kapasitas tempat tidur Turki di unit perawatan intensif sama dengan semua negara Eropa, dan menambahkan Turki juga mendirikan dua rumah sakit darurat dengan masing-masing lebih dari 1.000 tempat tidur selama pandemi.

Layanan kesehatan gratis

Erdogan menambahkan bahwa Turki memberikan layanan gratis kepada warga negara tersebut di semua tahap perawatan kesehatan, tidak seperti di negara lain.

“Kami sedang mempersiapkan negara kami untuk masa depan yang tidak pasti ini dengan mementingkan upaya penyediaan vaksin,” tutur dia, menambahkan bahwa pandemi kemungkinan akan berlanjut untuk beberapa waktu lagi.

Mengenai upaya pemerintah untuk mendukung ekonomi Turki selama pandemi, Erdogan mengatakan semua paket stimulus yang telah diluncurkan negara itu sejak awal wabah mencapai 10 persen dari pendapatan nasional.

Negara itu memperkenalkan program khusus untuk semua sektor dan memberikan hampir 45,5 miliar lira Turki (lebih dari USD6 miliar) bantuan finansial kepada warga negara tersebut.

Selain upaya di dalam negeri, Turki juga bekerja untuk warga yang tinggal di luar negeri dan melakukan kampanye evakuasi terbesar dalam sejarah negara itu dengan mengangkut lebih dari 100.000 orang dari 141 negara saat perbatasan ditutup akibat pandemi.

Sebanyak 233 orang, yang tidak dapat dirawat di tempat mereka tinggal, juga dibawa ke Turki melalui pesawat ambulans, kata Erdogan.

Sejak awal pandemi, Ankara telah mengirim pasokan medis ke 156 negara dan 11 organisasi internasional, tambah dia.

Menandai perkembangan luar biasa lainnya pada tahun 2020, Erdogan mengatakan negara itu pada Juli mengubah Hagia Sophia yang bersejarah kembali menjadi masjid dan dibuka untuk ibadah bagi Muslim setelah 86 tahun absen.

“Kami telah menemukan sumber gas alam terbesar dalam sejarah kami dengan 405 miliar meter kubik cadangan gas alam di Laut Hitam,” tegas dia, dan dia juga mengharapkan dapat “kabar baik” dari kegiatan pengeboran di Mediterania Timur.

Kekhawatiran Islamofobia secara global

Kemenangan di Libya dan Nagorno-Karabakh di Azerbaijan merupakan perkembangan memuaskan lainnya pada 2020, sebut dia, menyoroti peran Turki dalam pencapaian tersebut.

Dia mengingat dukungan Turki untuk pemerintah Libya yang sah terhadap panglima perang Khalifa Haftar atas undangan pemerintah dan mengatakan Ankara selalu mendukung Azerbaijan baik secara finansial maupun moral melawan pendudukan Armenia.

Erdogan juga mengatakan meski ada pembatasan yang dipaksakan oleh pandemi, dia telah melakukan 25 kunjungan domestik dan 14 kunjungan luar negeri untuk melayani negaranya.

“Dalam semua pertemuan yang kami hadiri, selain membela kepentingan negara kami, kami juga mengangkat isu meningkatnya Islamofobia di Barat,” kata dia seraya menambahkan bahwa pertemuan tersebut antara lain KTT G20 di Riyadh, Arab Saudi dan sidang Majelis Umum PBB ke-75.

Mengenai pertumbuhan ekonomi Turki, Erdogan mengatakan negara itu melanjutkan investasi dan layanan selama pandemi dan mencapai tingkat pertumbuhan 6,7 pada kuartal ketiga tahun 2020.

“Kami sedang mempersiapkan reformasi yang akan memperkuat ekonomi kami dan meningkatkan tingkat demokrasi, hak dan kebebasan,” tukas dia.

Tinggalkan Balasan