Turki harapkan penurunan emisi gas rumah kaca 21% hingga 2030

Menguraikan rencana aksi dan strategi Turki untuk membendung efek perubahan iklim, Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Kamis menekankan negaranya mengharapkan pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 21 persen pada 2030.

Berbicara pada KTT Iklim yang Diselenggarakan Presiden AS Joe Biden, Erdogan mengatakan Turki juga salah satu negara yang paling terpengaruh oleh perubahan iklim, meski tak memiliki tanggung jawab historis atas peningkatan gas rumah kaca di atmosfer.

“Perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi negara-negara tertentu yang paling mencemari dunia tetapi sebenarnya mempengaruhi seluruh umat manusia seperti di negara-negara di benua Afrika,” tambah Erdogan.

Menyoroti tindakan Ankara terhadap perubahan iklim, Erdogan menggarisbawahi investasi intens Turki untuk meningkatkan kawasan hutan negara.

“Kami telah menanam total 5,1 miliar tunas pohon selama 18 tahun terakhir dan meningkatkan stok hutan kami dari 20,8 juta menjadi 22 juta hektar.”

Dia melanjutkan bahwa Turki akan terus berkontribusi pada aksi iklim global dengan persyaratan yang setara dengan negara-negara yang memiliki tingkat ekonomi yang sama.

Turki adalah negara unggul di kawasan itu dalam sektor energi terbarukan, tambah Erdogan, mengacu pada investasi negara itu dan bekerja menuju energi bersih.

Bir cevap yazın