Turki peringati satu tahun sejak peluncuran operasi militer di Suriah

Satu tahun lalu, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian terhadap teroris YPG/PKK dan Daesh/ISIS untuk menghancurkan koridor teror di Suriah utara dan membawa perdamaian ke wilayah tersebut.

Dalam operasi itu, Turki berhasil membebaskan sejumlah kota dan desa dari teroris.

Dengan dukungan militer Turki, pasukan Tentara Nasional Suriah berhasil maju lebih jauh ke selatan, mencapai jalan raya M4, salah satu target operasi paling strategis, hanya dalam waktu empat hari.

Operasi itu juga berhasil membebaskan sekitar 600 permukiman yang tersebar di area seluas lebih dari 4.000 kilometer persegi dari teroris.

Kesepakatan dengan AS, Rusia

Selama pertemuan di Ankara pada 17 Oktober 2019, Presiden Erdogan dan Wakil Presiden AS Mike Pence menyetujui jeda operasi Turki untuk memungkinkan penarikan YPG dari zona aman yang ditentukan dalam 120 jam.

Dalam periode ini, banyak anggota kelompok teror yang dievakuasi dari Ras al-Ayn ke Al Hasakah.

Sementara pasukan Turki sepenuhnya mematuhi perjanjian tersebut, teroris YPG / PKK terus melakukan pelecehan dan pelanggaran lainnya.

Lima hari setelah kesepakatan Erdogan dengan Pence, KTT Turki-Rusia di Sochi mengumumkan serangkaian keputusan soal bagian timur Eufrat.

Para pihak sepakat bahwa teroris YPG akan memiliki waktu 150 jam mulai siang 23 Oktober untuk mundur bersama dengan senjata mereka di luar zona Operasi Mata Air Perdamaian di jalur sepanjang 30 kilometer di perbatasan Turki dengan Suriah.

Mereka juga menyetujui patroli gabungan Turki-Rusia 10 kilometer dari perbatasan timur dan barat zona Operasi Mata Air Perdamaian dengan pengecualian Kota Qamishli di timur laut Suriah.

Layanan lokal

Berkat upaya dan dukungan Turki di berbagai bidang, populasi di zona operasi meningkat menjadi sekitar 200.000, dengan perawatan kesehatan gratis bagi warga sipil menjadi prioritas utama.

Turki mengumpulkan satuan tugas layanan kesehatan di Suriah di bawah direktorat kesehatan provinsi terdekat di seberang perbatasan daerah Operasi Mata Air Perdamaian, seperti yang juga terjadi di wilayah Operasi Perisai Eufrat dan Ranting Zaitun.

Di wilayah Operasi Mata Air Perdamaian, berbagai layanan kesehatan gratis saat ini ditawarkan di dua rumah sakit dengan 200 tempat tidur di Ras al-Ayn dan 75 tempat tidur di Tel Abyad.

Lima puskesmas dibuka untuk melayani penduduk setempat di wilayah tersebut, di mana total 1.665 operasi dilakukan dalam satu tahun dan telah membantu melahirkan 724 bayi.

Selanjutnya, sistem komunikasi nirkabel ambulans juga dibuat untuk memastikan komunikasi antara rumah sakit dan unit medis serta untuk secara efektif mengelola tim darurat.

Ribuan siswa mulai bersekolah

Selama Operasi Mata Air Perdamaian, YPG/PKK menghancurkan banyak gedung sekolah di wilayah itu dan menggunakannya untuk keperluan militer.

Setelah wilayah tersebut dibebaskan dari teroris, Turki mulai memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak.

Dengan dukungan Kementerian Pendidikan Nasional Turki, kebutuhan kelas dan siswa di sekolah yang masih bisa diperbaiki dapat dipenuhi.

Sebanyak 48.000 siswa sekolah dasar, menengah pertama dan menengah atas mengikuti kegiatan belajar mengajar tahun ini di wilayah tersebut dengan kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah Sementara Suriah.

Majelis lokal

Prioritas lain sejak hari pertama operasi adalah melayani masyarakat di wilayah itu dengan administrasi yang dijalankan oleh warganya.

Pemerintah lokal yang didirikan dengan dukungan Turki berfungsi untuk menghapus jejak terorisme dan menormalkan kehidupan.

Dewan lokal juga dilibatkan dalam memastikan stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut untuk mengeluarkan dokumen identifikasi lokal, SIM dan plat kendaraan kepada penduduk.

Turki juga membuka cabang seluler dari layanan posnya di Tal Abyad dan Ras al-Ayn, yang memungkinkan penduduk setempat melakukan pengiriman dan transaksi keuangan.

Kelompok bantuan Turki

Badan amal Turki terus membantu mereka yang membutuhkan di wilayah tersebut di bawah koordinasi Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) bersama dengan Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berbasis di Istanbul dan Pusat Dukungan dan Koordinasi Suriah (SUDKOM) di Provinsi Sanliurfa.

AFAD dan SUDKOM menyediakan 42.000 peti makanan, 90.000 paket makanan, 160.000 seprai, 5.000 mainan untuk anak-anak dan total 11.000 perlengkapan kebersihan untuk dua wilayah.

Sementara itu, lebih dari 253.000 ternak rakyat juga divaksinasi.

Tinggalkan Balasan