DUNIA

Turki dan Rusia lanjutkan pembicaraan damai Astana soal Suriah

Pertemuan Astana ke-18 dimulai pada Rabu di ibu kota Kazakhistan, Nur Sultan untuk membahas kondisi untuk pemulangan para pengungsi Suriah dengan aman serta situasi kemanusiaan dan sosial-ekonomi di Suriah.

Pertemuan dua hari itu juga akan membahas pekerjaan Komite Konstitusi di Jenewa, langkah-langkah membangun kepercayaan, pembebasan sandera dan pencarian orang hilang.

Turki diwakili oleh duta besar Selcuk Unal, direktur urusan Suriah di Kementerian Luar Negeri Turki.

Delegasi dari Moskow dipimpin oleh Alexandr Lavrentyev, utusan presiden Rusia untuk Suriah, dan Ali Asghar Khaji, seorang pembantu senior Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian, yang mewakili Iran.

Proses Astana dipimpin oleh Turki dan Rusia guna membawa proses gencatan senjata dan konflik terkendali di Suriah agar terus dioperasikan sebagai platform di mana isu-isu politik dan kemanusiaan.

Proses perdamaian diluncurkan pada Januari 2017 atas inisiatif Turki, Rusia dan Iran. Pertemuan-pertemuannya juga berkontribusi pada kemajuan proses diplomatik yang dipimpin PBB di Jenewa.

Langkah-langkah membangun kepercayaan seperti situasi saat ini di Suriah, pengiriman bantuan kemanusiaan, dimulainya kembali pekerjaan Komite Konstitusi Suriah di Jenewa, pertukaran tahanan, pembebasan tahanan dan pencarian orang hilang adalah item agenda utama pertemuan pada Desember 2021.

Suriah dilanda perang saudara sejak awal 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.

Tinggalkan Balasan