Turki bertekad tingkatkan perdagangan dengan Indonesia

Turki harus meningkatkan ekspornya ke Indonesia sebab ekspor Turki ke negara itu di bawah tingkat USD300 juta per tahun, dan defisit perdagangan bilateral sekitar USD1 miliar, kata menteri perdagangan Turki pada Senin.

“Kita tidak boleh membiarkan defisit ini, kita harus mengubah situasi ini, kita dapat meningkatkan perdagangan kita lebih banyak dan memperbaiki neraca perdagangan,” tutur Mendag Ruhsar Pekcan pada pertemuan virtual Delegasi Perdagangan Virtual Turki-Indonesia.

Mendag Turki menekankan bahwa Indonesia adalah negara terpadat keempat secara global dengan 260 juta penduduknya. Meski secara geografis jaraknya jauh, tapi Turki seharusnya bisa lebih banyak mengekspor ke Indonesia.

“Kami mempercayai produksi, potensi ekspor dan daya saing kami,” tambah dia.

Pekcan juga menyampaikan bahwa kedua negara terus melakukan diskusi secara virtual untuk menciptakan kawasan perdagangan bebas antara Turki dan Indonesia.

Dia mengatakan wabah Covid-19 terus mempengaruhi ekonomi dunia dan Turki di tengah gelombang kedua yang melanda beberapa negara Eropa.

“Di satu sisi, kehidupan harus terus berjalan, untuk kesejahteraan kita semua, demi kemajuan dan pembangunan negara kita, produksi dan ekspor harus terus berlanjut,” imbuh dia.

Dalam proses ini, pemerintah Turki memberikan dukungan kepada para eksportir dengan organisasi perdagangan secara online.

Sejak Mei lalu, beberapa pertemuan online diselenggarakan dan 600 perusahaan Turki berkumpul dengan 1.600 perusahaan asing, ujar dia.

Lebih lanjut, menteri Turki itu mengatakan kegiatan pengenalan secara virtual akan terus berlanjut dalam periode mendatang.

Ismail Gulle, ketua Majelis Eksportir Turki (TIM), mengatakan volume perdagangan Turki-Indonesia pada 2001 hanya USD235 juta.

“Angka ini mencapai USD1,5 miliar pada 2019, Turki mengekspor barang senilai USD277 juta ke Indonesia, sedangkan impornya USD1,22 miliar,” kata Gulle, menambahkan bahwa target negaranya untuk tahun 2023 adalah meningkatkan volume ini menjadi USD10 miliar.

Dia mengungkapkan ekspor Turki ke Indonesia dalam 10 bulan pertama tahun 2020 sudah USD183 juta.

Mahmut Erol Kilic, Duta Besar Turki untuk Jakarta, mengatakan China adalah mitra utama Indonesia dalam perdagangan luar negeri.

Kilic mengungkapkan Indonesia memiliki beberapa persyaratan standar tinggi untuk barang impor, dan menerapkan kebijakan proteksionis.

Bir cevap yazın