Respirator buatan Turki akan jadi ‘nafas’ untuk Brasil

Sebanyak 650 alat bantu pernapasan respirator produksi lokal Turki tiba di Sao Paulo, Brasil pada Minggu di tengah penyebaran global wabah virus korona.

Menteri Industri dan Teknologi Turki Mustafa Varank membagikan video terkait ekspor alat kesehatan produk lokal mereka di Twitter.

Varank mengatakan respirator yang digunakan di unit perawatan intensif (ICU) Turki telah menjadi “nafas dunia.”

Menurut media lokal Brasil, sebanyak 650 respirator dari 1.500 yang dipesan dari Turki pada Minggu mulai didistribusikan ke rumah sakit di negara tersebut.

Brasil adalah negara yang mengalami dampak Covid-19 terburuk kedua di dunia, dengan total kasus yang dikonfirmasi melebihi 672.846 dengan sekitar 36.000 kematian.

Kebutuhan alat bantu pernafasan mekanis meningkatkan secara global seiring dengan penyebaran pandemi Covid-19 yang mengakibatkan sesak napas parah.

Meski banyak negara menerapkan kebijakan proteksionis, Turki telah membantu negara-negara dengan mengirimkan masker, sarung tangan dan alat perlindung diri.

Setelah muncul dari Wuhan, China Desember lalu, Covid-19 menyebar ke sedikitnya 188 negara dan wilayah.

Pandemi itu menewaskan lebih dari 402.000 orang di seluruh dunia, dengan total infeksi lebih dari 6,98 juta dan jumlah yang pulih melebihi 3,13 juta, menurut angka yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di Amerika Serikat (AS).