Pernyataan Biden bertentangan dengan hubungan persahabatan dengan Turki

Komunitas bisnis Turki di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekecewaan luar biasa setelah presiden AS mengakui apa yang disebut genosida Armenia, kata kepala Dewan Bisnis Turki-AS (TAIK), Sabtu.

“Jelas bahwa pernyataan yang tidak menguntungkan ini, yang tidak sesuai dengan fakta sejarah, bertentangan dengan semangat hubungan persahabatan yang mengakar dan multidimensi antara kedua negara,” kata Mehmet Ali Yalcindag dalam sebuah pernyataan.

Memperhatikan bahwa Turki didirikan berdasarkan prinsip “Damai di Rumah, Damai di Dunia”, dia mengatakan semua warganya menikmati hak dan kebebasan yang sama terlepas dari kepercayaan agama atau asal etnis mereka.

Yalcindag mengatakan pernyataan seperti itu tidak lebih dari mengeksploitasi penderitaan bersama negara-negara yang tinggal di tanah yang sama selama berabad-abad.

“Selama ini, ketika kami melakukan upaya meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara meskipun ada sengketa politik dan militer, kami mengharapkan kepekaan yang sama ditampilkan oleh pemerintah AS,” kata dia.

TAIK mengajak pemerintah dan presiden AS untuk mempertimbangkan kembali pendiriannya tentang masalah ini dan fokus pada agenda yang akan meningkatkan kerja sama bisnis.

Sikap Turki pada peristiwa 1915

Posisi Turki pada peristiwa 1915 adalah bahwa kematian orang-orang Armenia di Anatolia timur terjadi ketika beberapa pihak memihak invasi Rusia dan memberontak melawan pasukan Ottoman. Relokasi orang Armenia berikutnya mengakibatkan banyak korban.

Turki keberatan dengan penyajian insiden ini sebagai “genosida,” menggambarkannya sebagai tragedi di mana kedua belah pihak menderita korban.

Ankara telah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi bersama sejarawan dari Turki dan Armenia serta pakar internasional untuk menangani masalah tersebut.

Pada tahun 2014, Perdana Menteri Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada keturunan Armenia yang kehilangan nyawa dalam peristiwa tahun 1915.

Bir cevap yazın