Erdogan: Turki berkomitmen pada keputusan yang disepakati Rusia terkait Suriah

Turki tetap berkomitmen dalam setiap keputusan yang disepakati dengan Rusia di Suriah, dan “tidak ada langkah mundur,” dalam kesepakatan itu, kata presiden Erdogan.

Berbicara pada Rabu kepada wartawan yang bepergian bersamanya di pesawat setelah pertemuan Sochi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki bekerja tanpa henti untuk mengembalikan warga Suriah dengan aman ke rumah mereka, dengan lebih dari 1 juta warga Suriah telah kembali sejauh ini, termasuk 400.000 ke Idlib.

Idlib berada dalam zona de-eskalasi yang ditetapkan antara Turki dan Rusia.

Daerah tersebut telah menjadi subyek dari beberapa kesepakatan gencatan senjata, yang sering dilanggar oleh rezim Suriah dan sekutunya.

Mengenai serangan baru-baru ini di Suriah, Erdogan mengatakan perjanjian dengan Rusia yang dilakukan untuk mengenyangkan kelompok teror YPG/PKK dari wilayah tersebut harus dipenuhi.

Erdogan menekankan dia mengangkat isu kehadiran kelompok teror YPG/PKK di Moskow selama kunjungannya dan mengingatkan Putin mereka harus memperkuat kerja sama dalam memerangi terorisme.

Hubungan Turki-AS

Berbicara tentang hubungan Turki-AS, Erdogan mengatakan bahwa dia akan bertemu Joe Biden di Roma, dan kemungkinan juga di Glasgow.

Erogan menggambarkan pertemuan itu sebagai “langkah baik”.

Erdogan juga menyampaikan Brett McGurk, koordinator AS untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, hampir seperti “direktur PKK/YPG/PYD,”

Dia, kata Erdogan, “berjalan bergandengan tangan dengan kelompok-kelompok teror” di wilayah di mana Turki memerangi mereka.

AS harus keluar dari Suriah cepat atau lambat dan menyerahkannya kepada rakyat Suriah, kata Erdogan.

Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE – telah bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.

YPG adalah cabang PKK Suriah.

Bir cevap yazın