DUNIA

Presiden Turki berduka cita atas meninggalnya mantan PM Jepang

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat turut berduka cita atas meninggalnya mantan perdana menteri Jepang.

“Saya merasa sangat sedih atas kematian teman berharga saya Shinzo Abe, mantan perdana menteri Jepang, setelah serangan bersenjata,” kata Erdogan di Twitter.

Presiden Turki juga mengutuk penyerang yang melakukan serangan “mengerikan” ini.

Erdogan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Abe, orang-orang terkasih, rakyat, dan pemerintah Jepang.

Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop juga menyatakan “kesedihan mendalam” atas meninggalnya Abe.

“Saya menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Jepang dan keluarga Abe, yang sangat berkontribusi pada pengembangan hubungan antara Jepang dan Turki,” sebut dia, sambil mengutuk serangan “mengerikan” itu.

Kementerian Luar Negeri Turki pada Jumat juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Ankara “sangat sedih mengetahui bahwa mantan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo tewas akibat serangan bersenjata keji hari ini.”

“Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarganya serta kepada orang-orang yang ramah dan Pemerintah Jepang,” tambah kemlu Turki.

Politisi berpengaruh Jepang Abe meninggal pada Jumat karena luka-luka beratnya setelah ditembak di sebuah acara kampanye pemilu.

Pihak berwenang rumah sakit di kota Nara, barat Jepang mengatakan pada konferensi pers: “Shinzo Abe, mantan perdana menteri, meninggal karena luka-lukanya.”

Dia meninggal pada pukul 17.03 waktu setempat, ungkap pejabat itu.

Mantan perdana menteri dirawat selama lebih dari lima jam tetapi dokter tidak dapat menyelamatkan nyawanya.

Abe menderita luka di sisi kanan lehernya ketika seorang penyerang berusia 41 tahun melepaskan tembakan ke arahnya pada Jumat pagi.

Fumio Kishida, perdana menteri petahana, sebelumnya mengatakan pada konferensi pers di Tokyo bahwa Abe “dalam kondisi kritis” dan dokter “bekerja sangat keras” untuk menangani situasi tersebut.

Abe, 67, sedang menyampaikan pidato pada sebuah acara kampanye politik di kota barat Nara ketika dia “ditembak dari belakang” oleh seseorang yang kini telah ditangkap.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

Tinggalkan Balasan