ASIA TENGGARATURKI

Ke Turki, Menhan Prabowo bahas kelanjutan kerja sama pertahanan lebih intens

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Turki untuk membahas kelanjutan kerja sama pertahanan antar kedua negara.

Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan dalam kunjungan kali ini pembahasan kerja sama industri pertahanan kedua negara akan lebih intens.

“Betul beliau melanjutkan pembicaraan lebih intens,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, pada Kamis.

Menurut Dahnil, Prabowo Subianto akan menghadiri beberapa agenda pada Kamis.

Namun, dia tidak mau menjelaskan secara rinci dengan siapa saja Prabowo akan melakukan pertemuan.

“Beliau akan bertemu dengan para pihak Turki yang terkait dengan penguatan pembicaraan kerjasama bilateral industri pertahanan kedua negara,” tambah Dahnil, kepada Anadolu Agency melalui pesan singkat, pada Kamis.

Mengutip akun Twitter resmi Presiden Industri Pertahanan Turki Ismail Demir, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto dan delegasi bertemu dirinya pada Rabu.

Dalam pertemuan tersebut, Ismail Demir mengaku bertukar pandangan mengenai kerja sama alat utama sistem persenjataan (alutsista), di antaranya pesawat tanpa awak atau UAV dan kendaraan tempur.

Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kerja ke Turki untuk membahas kerja sama pertahanan.

Ini merupakan kunjungan kedua Prabowo ke Turki setelah menjabat Menteri Pertahanan pada 2019 lalu.

Pada November 2019 lalu, Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Turki untuk membahas kerja sama pertahanan dengan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar di Ankara.

Selain bertemu dengan Hulusi Akar, Prabowo Subianto juga sempat diterima oleh Presiden Turki Reccep Tayyib Erdogan.

Dalam kerja sama pertahanan, Indonesia dan Turki telah sukses dalam mengembangkan alutsista jenis medium tank.

Kerja sama ini dilakukan antara Pindad Indonesia dan FNSS Turki.

Kedua perusahaan itu sepakat menandatangani kerja sama pembuatan purwarupa medium tank pada 2015 lalu. Perancangan tank ini dimulai Februari 2016.

Setelah selesai diproduksi di Turki, medium tank ini diberi nama Kaplan MT.

Kaplan MT sempat dikirim ke Indonesia dan dipamerkan pada hari ulang tahun TNI 5 Oktober 2017 lalu di Cilegon, Banten.

Indonesia pun memberi nama Harimau Medium Tank.

Tank ini dilengkapi dengan two-man turret kaliber 105 mm serta senapan mesin kaliber 7,62 mm.

Harimau Medium Tank didesain khusus untuk daerah operasi tropis seperti hutan karena memiliki bobot yang lebih ringan dari Main Battle Tank.

Selain kerja sama pengembangan tank, Turki sempat mengajukan kerja sama dalam pengembangan pesawat tanpa awak (UAV).

UAV Anka produksi Turkish Aerospace Industries sejak 2018 lalu telah mengikuti tender di Kementerian Pertahanan RI untuk pengembangan pesawat terbang tanpa awak di Indonesia.

UAV Anka sempat bersaing dengan produk dari negara lain dan berhasil lolos memasuki tahap akhir pengadaan UAV.

Saingan UAV Anka saat itu merupakan UAV buatan China.Namun, Hingga kini belum ada kabar terbaru dari pengadaan tersebut.

Tinggalkan Balasan