TURKI

Badan amal Turki sembelih hewan kurban di 27 negara

Badan amal Turki akan menyembelih dan membagikan lebih dari 30.000 hewan kurban di 27 negara selama hari raya Iduladha.

“Meskipun mengalami kesulitan dalam perjalanan ke luar negeri karena pandemi Covid-19, Organisasi Amal dan Solidaritas Cansuyu yang berbasis di Istanbul berencana untuk menjangkau lebih dari 1,5 juta orang di berbagai negara untuk berbagi kebahagiaan,” kata Mustafa Koylu, ketua badan amal itu, kepada Anadolu Agency.

Sebagian besar negara mayoritas Muslim di seluruh dunia, termasuk Turki dan Indonesia, merayakan Iduladha pada Jumat, 31 Juli 2020.

Dalam program bantuan tahun ini, Cansuyu memprioritaskan negara dan wilayah yang paling membutuhkan, termasuk Yaman, negara bagian Rakhine di Myanmar, Wilayah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao di Filipina, dan Palestina.

“Tahun ini tim kami dari Turki akan hadir di Mauritania, Chad, Kamerun, Niger, Benin, Mali, Tanzania, Guinea, Senegal, Zimbabwe dan Zambia,” ujar Koylu.

Di sejumlah negara di Afrika, Yaman, Jalur Gaza dan Wilayah Otonomi Bangsamoro, penyembelihan hewan akan dilakukan melalui mitra.

Dia menambahkan bahwa Cansuyu juga memiliki tim di Asia dan Mongolia.

Selain itu, Koylu menggarisbawahi peningkatan donasi untuk Idulfitri dan Iduladha tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami berharap sumbangan akan meningkat lebih banyak untuk Iduladha. Tahun ini, orang-orang lebih khawatir karena virus. Ada pembatasan dan langkah-langkah resmi dan liburan semakin pendek, yang membuat sulit bagi orang untuk menyembelih hewan. Itulah sebabnya orang lebih suka berdonasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap dia.

Hari raya di bawah bayang-bayang COVID-19

Negara-negara di seluruh dunia menerapkan langkah-langkah pembatasan dan karantina untuk membendung penyebaran Covid-19.

Distribusi paket bantuan menjati terhambat karena beberapa negara juga menghentikan penerbangan internasional.

“Karena karantina yang berkaitan dengan virus korona, kami mendapat permintaan yang sangat tinggi untuk bantuan makanan selama bulan suci Ramadan dan telah mengirimkan paket makanan kepada 100.000 keluarga,” kata Koylu.

Tahun ini, Cansuyu memulai kampanye bantuannya lebih awal agar bisa memenuhi permintaan.

“Biasanya, setiap tahun, kami mengirim staf kami ke berbagai negara untuk mengatur dan memantau penyembelihan dan distribusi. Tetapi tahun ini, staf kami tidak diizinkan di beberapa negara karena pembatasan Covid-19,” lanjut dia.

Untuk menghindari hambatan di negara-negara yang menerapkan aturan karantina, badan amal itu mengirim timnya lebih awal agar bisa menjalani karantina selama 14 hari dulu sebelum Iduladha.

Setelah berakhirnya karantina, mereka bisa melaksanakan tugasnya tepat pada hari raya.

“Harapan kami adalah penderitaan manusia di dunia akan berakhir pada hari raya berikutnya,” tambah Koylu.

Tinggalkan Balasan